Entri Populer

Friday, July 8, 2011

Perbandingan Artis-artis Indonesia Dengan dan Tanpa Make Up

Sandra Dewi shes a actress and also presenter


Krisdayanti a singer


Maya Estianty, singer and music director


Andien shes a singer


Acha Septriasa shes a actrees and a singer


Dewi Persik a dangdut singer also actress


And the winner goes to....

Mulan jameela, singer
__________________
Wes ewes ewes..bablas angine

Makanan Termahal Ada di Negara Termiskin

Di mana kamu bisa memperoleh makanan termahal di dunia? Di Amerika, Perancis, Belanda, atau Inggris? Bukan. Jawabannya adalah di Sri Lanka, salah satu negeri termiskin di dunia. Resor The Fortress di negara itu mengklaim menyediakan makanan termahal di dunia. Harganya mencapai 14.000 dollar AS atau sekitar Rp 132 juta.

Kamu mau tahu makanannya seperti apa? Makanan itu berupa gula-gula berisi buah yang dihiasi patung nelayan berbahan cokelat dan batu permata raksasa. Manajer Humas The Fortress Shalini Perera,mengatakan, makanan bernama The Fortress Stilt Fisherman Indulgence itu diciptakan untuk memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung resor tersebut.

Perera menambahkan, menu mahal itu harus dipesan pengunjung secara khusus. Dia mengaku, sejauh ini pihaknya telah menerima banyak telepon yang menanyakan makanan tersebut, termasuk telepon dari Jepang. Namun, hingga kini belum ada seorang pun yang mau menghambur-hamburkan uang untuk mencoba menu mahal itu.

Sumber : lintasberita.com

BIG Bang Teori VS ALQURAN(Bagian.4)

 Bagian.4
Sesudah zaman Apollo, orang tidak lagi berpendapat bahwa umur tatasurya yang kita diami ini sudah berlangsung 500.000.000 tahun tetapi menganggap lebih tua lagi malah ada yang menyangka 4.000.000.000 tahun atau lebih.


Pada ayat 11/7 Alquran menyatakan bahwa semesta raya ini diciptakan dari ALMA' seterusnya ayat 21/30 menyatakan bahwa semua yang hidup diciptakan ALLAH dari ALMA' juga, maka timbullah pertanyaan: apakah yang dimaksud dengan istilah itu? Kalau dipakaikan arti H2O yaitu AIR, tak mungkin, karena air adalah benda yang timbul kemudian. Memang pada beberapa ayat, ALMA' itu berarti AIR seperti hujan yang turun dari atmosfir atau seperti sungai yang mengalir, tetapi Alma' pada ayat 11/7 dan 21/30 jelas mempunyai arti yang lain.

وَهُوَ الَّذِي خَلَق السَّمَاوَاتِ
وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُ عَلَى الْمَاء لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ
عَمَلاً وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِن بَعْدِ الْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ الَّذِينَ كَفَرُواْ إِنْ هَـذَا إِلاَّ سِحْرٌ مُّبِينٌ
11/7. Dan DIAlah yang menciptakan planet-planet dan Bumi dalam enam hari (6.000 tahun) dan
adalah semesta-NYA atas Hydrogen, untuk mengujimu tentang siapa dari kamu yang lebih baik
perbuatannya. Dan jika engkau katakan bahwa: kamu adalah orang-orang kafir itu:
bahwa ini hanyalah sihir (pesona) yang nyata.


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

21/30. Apa tidakkah memperhatikan orang-orang kafir itu bahwa planet-planet dan Bumi ini dulunya
adalah sebingkah (kekosongan total)? Lalu KAMI pisah-pisahkan keduanya, dan KAMI jadikan setiap
yang hidup dari alma? (hydrogen), apakah mereka tidak beriman?
Para ahli fisika sama sependapat bahwa HYDROGEN adalah atom asal. Semua bintang berisikan zat itu yang kemudian berobah jadi Helium dan zat lainnya. Dari Hydrogen terwujudlah berbagai element lain yang kini diketahui lebih dari 100 macamnya. Dengan itu dapatlah ditarik kesimpulan untuk mengartikan Alma? pada kedua ayat tadi dengan Hydrogen, dari Hydrogenlah semesta raya ini diciptakan ALLAH.

Walaupun demikian, ayat 11/7 itu berkesimpulan: "Dan adalah semestaNYA di atas Alma". Bukan saja ayat itu menerangkan semesta diciptakan dari Alma' tetapi juga berada di atas Alma', karenanya timbullah perkiraan bahwa Alma' tersebut lebih kecil dari pada Hydrogen.

Akhirnya didapatlah kunci keilmuan tentang itu dari ayat 41/10 bahwa Alma' adalah kekosongan mutlak. Semesta raya diciptakan ALLAH dari kekosongan dan semesta ini berada di atas kekosongan atau dikelilingi oleh kekosongan dan semesta ini berada di atas kekosongan; Kekosongan yang dinamakan Alma' itu lalu diberi Rawasia (batang magnet) maka berputarlah kekosongan tadi jadi inti atom yang berputar di sumbunya. Kini Alma' tersebut telah jadi Nuclear. Kemudian Nuclear yang terdiri dari Alma' dan Rawasia yang berputar itu menimbulkan Electron dan Positron selaku pembungkus. Komposisi dari semua itu dinamakan dengan Hydrogen selaku atom asal.

Hal itu sesuai dengan capaian penyelidikan terakhir bahwa Hydrogen tidak dapat diketahui secara terang betapa wujud dan bentuk Proton (Nuclear) dan Electron yang ada padanya. Penggambaran yang diberikan hanyalah dugaan dan perkiraan semata, padahal dia tidak berisikan apa-apa kecuali Rawasia atau Proton yang berputar, dikelilingi oleh Electron dan Positron yang oleh Alquran disebut dengan MAR'A pada ayat 79/31 dan 87/4.
أَخْرَجَ مِنْهَا مَاءهَا وَمَرْعَاهَا
79/31. DIA keluarkan daripadanya airnya dan Mar'anya.

وَالَّذِي أَخْرَجَ الْمَرْعَى
87/4. Dan yang mengeluarkan Mar'a
(dari setiap benda angkasa hingga jadi Nebula dan Comet).

Proton, yang berputar dan yang memutar selaku inti atom, menimbulkan adanya Electron dan Positron yang melingkupi, barulah dia menjadi suatu wujud yang kini dinamakan orang dengan Hydrogen. Kadang-kadang Electron dan Positron itu melakukan emisi (terpelanting) tersebab atom melakukan kegiatan sesamanya, maka Electron yang negatif itu dengan Positron yang positif, bersatu menjadi Neutron dengan sifat neutral, lalu dia mengapung ke angkasa tak kembali seperti yang berlaku dalam proses atom yang di namakan Proton-proton Cycle. Lebih jauh dapat dikatakan lagi bahwa pada berbagai proses demikian itu terwujudlah berbagai macam benda konkrit, bentuk dan warna, dan dengan proses itu juga terdapatlah perubahan dari muda jadi tua, dari bagus jadi buruk, kemudian melebur untuk jadi wujud lain dan selanjutnya.

Kiranya dari semua itu, dapatlah disimpulkan bahwa ALLAH menciptakan semesta raya ini dari kekosongan, bukanlah dari suatu yang telah ada. Disamping itu tidak salah jika diartikan Alma' dengan Hydrogen karena memang Hydrogen itu hanyalah kekosongan yang diberi Rawasia yang sangat abstract, keaktifan Rawasia itu menimbulkan adanya Electron dan Positron yang non-partikel. Ingatlah bahwa suatu partikel adalah suatu wujud yang memiliki Rawasia, lihat keterangan di atas.

Ayat 3/190 bagaikan menganjurkan manusia ramai memikirkan penciptaan ALLAH atas benda-benda angkasa karena dengan itu akan didapat alasan-alasan untuk mengabdi pada ALLAH tanpa ragu. Bahan-bahan pemikiran untuk itu diberikan ALLAH secukupnya dalam Alquran. Ayat 41/10 menyatakan bahwa pada mulanya ALLAH menempatkan Rawasia. Ini berarti bahwa Alma' diberi Rawasia hingga menjadi Hydrogen. Kemudian zat ini menimbulkan berbagai atom dan molekul. Kumpulan molekul ini diberi pula Rawasia yang lebih besar maka terwujudlah Bumi dan planet-planet lain. Hal yang sama berlaku pada tiap tatasurya di semesta raya. Terbentuklah bintang yang dikitari, planet yang mengitari, dan bulan sebagai satelite, semuanya terwujud dan berfungsi dengan sistem Rawasia yang berlainan. Semua ciptaan itu berlangsung dalam satu waktu, sekaligus bukan bergantian.

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ وَاخْتِلاَفِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لآيَاتٍ لِّأُوْلِي الألْبَابِ
3/190. Bahwa pada penciptaan planet-planet dan Bumi serta pertentangan malam dan siang
adalah pertanda-pertanda bagi para penyelidik.
Ayat 21/30 menyatakan bahwa planet-planet dan Bumi ini mulanya bersatu sebingkah lalu dipisah-pisahkan. Hal itu berarti bahwa dulunya semuanya itu adalah kekosongan yang sebingkah dan barulah terpisah-pisah sesudah masing-masingnya memiliki Rawasia yang memutar hingga akhirnya berupa globe atau bulatan yang berdiri sendiri-sendiri. Semua itu mudah saja bagi ALLAH malah praktis sebagai dimaksudkanNYA dalam ayat 84/1 s/d 84/4.
بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ
إِذَا السَّمَاء انشَقَّتْ

84/1. Dan ketika angkasa (tatasurya) itu terpecah (susunannya).

وَأَذِنَتْ لِرَبِّهَا وَحُقَّتْ
84/2. Dan dia praktis bagi TUHANnya dan logis.

وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ
84/3. Dan ketika Bumi itu diperganda (sebagai bermula).

وَأَلْقَتْ مَا فِيهَا وَتَخَلَّتْ
84/4. Dan ditempatkan apa-apa padanya dan dia jadi teratur.

Pada keterangan di atas telah dijelaskan betapa ALLAH menciptakan semesta raya ini dari kekosongan yang diberi Rawasia yang berbeda-beda hingga akhirnya terbentuklah bintang-bintang selaku pusat edaran dan planet-planet dengan Bulan-bulan yang mengorbit. Tetapi hendaklah disadari bahwa dalam jangka waktu 2.000 tahun planet-planet termasuk Bumi ini belum lagi membeku seperti keadaannya kini. Permukaan masih berapi yang bergejolak, Globenya masih empuk dan belum memadat. Dalam pada itu tatasurya yang berputar di sumbunya selama 1.000 tahun baru dua kali berputar 360 derajat. Artinya selama 2.000 tahun itu planet terpinggir dari tatasurya kita baru dua kali mengitari Surya. Hal demikian berlaku dalam waktu yang sama di seluruh tatasurya dalam semesta raya disebutkan pada ayat 41/12.
Waktu itu, planet yang lebih dekat pada Surya lebih kecil massanya, planet yang lebih jauh massanya lebih besar. Setiap planet itu saling bertarikan dengan Surya yang memakai kekuatannya sebesar tenaga yang dapat menahan planet itu tak keluar dari orbitnya. Dimisalkan saja pada Bumi kita. Planet ini diperkirakan orang beratnya 600 trillion ton, maka Surya mengulurkan tangan kuatnya untuk menahan Bumi yang melayang ini lebih besar daripada 600 trillion ton itu. Planet yang terpinggir tentunya jauh lebih besar daripada Bumi kita maka tenaga Surya yang menahannya sangat besar sekali. Jika kebetulan planet besar itu atau planet lain yang berada di bawah orbitnya setantang dengan Bumi menjurus pada Surya maka waktu itu berlakulah kelebihan tenaga Surya yang menimpa Bumi ini. Hal demikian dinamakan Transit of Planet, dalam Alquran dijelaskan pada ayat 25/45 dan dinamakan Jaumuz Zullah yang amat berbahaya termaktub pada ayat 26/189. Waktu itu berlakulah pembesaran radiasi Surya yang menimbulkan berbagai akibat gawat.

أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ
وَلَوْ شَاء لَجَعَلَهُ سَاكِناً ثُمَّ جَعَلْنَا الشَّمْسَ عَلَيْهِ دَلِيلاً

25/45. Apa tidakkah engkau perhatikan betapa TUHANmu telah memperganda planet-planet
yang melakukan lindungan (zillu)? Dan kalau DIA kehendaki, akan DIA jadikanlah semua itu diam.
Kemudian KAMI jadikan Surya itu sebagai keterangan (dalil) atasnya.


فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ
عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

26/189. Maka mereka mendustakannya (Syua?aib) lalu siksaan mengambil mereka pada hari transit
(yaumuz zullah), bahwa hal itu adalah hari siksaan besar.
Dalam waktu 2.000 tahun ciptaan pertama, planet terpinggir tadi telah dua kali mengorbit keliling Surya dan selama itu minimal dua kali pula planet-planet yang beredar di bawah garis orbitnya telah mengalami Jaumuz Zullah. Karena planet-planet masih empuk maka pembesaran radiasi Surya ketika itu jadi mengrusak hingga memecah beberapa planet menjadi kecil, satu di antaranya jadi hancur benar-benar. Hal ini disebutkan ALLAH pada ayat 33/72. Sesudah masa 2.000 tahun tadi, planet-planet tidak terpecah lagi, lalu masa penciptaan itu selesai setelah 4.000 tahun lagi kemudiannya, terlaksanalah rotasi dan orbit menurut mestinya, permukaan planet jadi membeku hingga cocok untuk tempat kehidupan makhluk. Ayat 41/10 menyatakan dalam pada 4.000 tahun terakhir itu dibentuklah atmosfir setiap planet dan berotasilah masing-masingnya dalam jangka waktu-watu yang ditentukan ALLAH, kini ternyata setiap planet itu berbeda lama rotasinya, seperti Bumi ini 24 jam dan Jupiter selama 9 jam 50 menit.

BIG Bang Teori VS ALQURAN(Bagian.3)

Bagian.3
Selanjutnya di bawah ini kita kemukakan pula teori yang berdasarkan ayat-ayat Alquran yang memberikan pokok pikiran bahwa semesta raya itu bergerak Parallel :

a. Semesta raya berasal dari ALMA' yang diberi Rawasia (batang magnet=magnetic bar). Dengan berbagai sistem Rawasia itu terwujudlah berbagai macam benda angkasa, terpisah menurut keadaan dan susunan sebagai terlihat kini. Untuk itu perhatikanlah maksud ayat 11/7, 21/30 dan 41/10. Ayat terakhir ini juga menyatakan perbedaan Rawasia antara yang ada pada bintang, bulan dan Planet serta berbeda pula nilai tarik masing-masingnya. Demikianlah benda ankasa itu ada Yang menjadi bintang atau surya dengan sistem magnet yang kita namakan Regular.
Yang menjadi Planet memiliki Rawasia dengan sistem Simple. Dan yang menjadi Bulan atau satelit memiliki Rawasia yang kita namakan Spot. Jadi bukanlah semesta raya itu terdiri dari bintang-bintang yang berasal dari ledakan suatu benda raksasa.


أَوَلَمْ يَرَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَنَّ السَّمَاوَاتِ
وَالْأَرْضَ كَانَتَا رَتْقاً فَفَتَقْنَاهُمَا وَجَعَلْنَا مِنَ الْمَاء كُلَّ شَيْءٍ حَيٍّ أَفَلَا يُؤْمِنُونَ

21/30. Apa tidakkah memperhatikan orang-orang kafir itu bahwa planet-planet dan Bumi ini dulunya
adalah sebingkah (kekosongan total) ? Lalu KAMI pisah-pisahkan keduanya, dan KAMI jadikan setiap
yang hidup dari alma' (hydrogen), apakah mereka tidak beriman?


وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ مِن فَوْقِهَا
وَبَارَكَ فِيهَا وَقَدَّرَ فِيهَا أَقْوَاتَهَا فِي أَرْبَعَةِ أَيَّامٍ سَوَاء لِّلسَّائِلِينَ

41/10. Dan DIA jadikan padanya dari atasnya Rawasia, dan memberkati padanya (dengan ionosfir)
dan menentukan padanya (rotasinya) dalam empat hari (4000 tahun) bersamaan bagi hasil
orang-orang yang meminta (menyelidiki).
b. Ayat 70/4 menerangkan bahwa semesta raya berputar di sumbunya 360 derajat dalam masa 50.000 tahun. Ayat 22/47 menyatakan tatasurya berputar di sumbunya selama 1.000 tahun 360 derajat dan selanjutnya. Kedua ayat itu memberikan kesan bahwa gerak putaran semesta berlaku pada satu arah dan tidak mungkin ada yang melawan arah. Hal ini menjadi dasar untuk diberi nama gerak Parallel.
Semesta dan galaxy yang tidak mempunyai sumbu putaraan yang nyata, terkandung dalam maksud berbagai Rawasia yang tercantum pada ayat 41/10, berbeda dengan tatasurya yang berputar di sumbunya dimana suatu bintang atau surya bertindak selaku pusat edaran, maka karenanya sengaja kita tidak memberi nama untuk sistem Rawasia yang memutar semesta begitupun yang memutar galaxy. Ingatlah istilah rawasia yang banyak termaktub dalam Alquran adalah jama' atau plural number dengan arti berbagai sistem magnet dan daya tariknya.

c. Ayat 16/12 menyatakan bahwa bintang-bintang di angkasa bergerak mengelilingi semesta di mana antara satu bintang dengan yang lainnya tidak bersangkut paut, maka gerak inilah juga mendorong pikiran untuk menamakan semesta bergerak Parallel yaitu gerak satu arah pada jarak yang berlainan dari titik pusat edaran. Hal keadaannya sama dengan sepuluh planet dalam tatasurya kita, masing-masingnya beredar pada garis orbit yang berbeda jaraknya dari surya selaku pusat edaran.
Perbedaan jarak antara masing-masing galaxy dari pusat edarannya di angkasa luas menimbulkan penglihatan bahwa ada galaxy itu yang semakin dekat dan ada yang semakin jauh.
Hal keadaannya bersamaan dengan planet Mars atau Venus yang jika dipandang dari Bumi Adakalanya kelihatan mendekat dan adakanya menjauh, disebabkan oleh lingkaran yang dijalani planet itu berbeda sedangkan geraknya hampir bersamaan.


Keterangan mengenai gerak semesta seperti di atas ini didasarkan atas wahyu-wahyu ALLAH yang tercantum dalam Alquran untuk peningkatan pengetahuan, bukanlah berdasarkan dugaan dan prasangka yang umumnya menyesatkan.



Banyak ayat Alquran yang menyatakan bahwa ALLAH menciptakan tatasurya ini selama enam hari, diantaranya ialah ayat 7/54, 10/3, dan 32/4. Tetapi berdasarkan ayat 22/47 nyatalah satu hari yang dimaksudkan itu sama dengan 1.000 tahun Qamariah (Lunar Year) atau sama dengan 972 tahun Syamsiah (Solar Year) yaitu tahun pergantian musim kini, maka jelaslah 6 hari yang dimaksud ayat-ayat suci ialah 6.000 tahun.

إِنَّ رَبَّكُمُ اللّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَا
وَاتِ وَالأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ
يُدَبِّرُ الأَمْرَ مَا مِن شَفِيعٍ إِلاَّ مِن بَعْدِ إِذْنِهِ ذَلِكُمُ اللّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ أَفَلاَ تَذَكَّرُونَ

10/3. Bahwa TUHANmu ialah ALLAH yang menciptakan planet-planet dan Bumi dalam enam hari (6.000 tahun)
kemudian berada atas semesta. DIA perikutkan perintah itu. Tiada penolong kecuali sesudah izinNYA.
Itulah ALLAH TUHANmu, maka sembahlah DIA, apa tidakkah kamu pikirkan?


اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَا
وَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ
ثُمَّ اسْتَوَى عَلَى الْعَرْشِ مَا لَكُم مِّن دُونِهِ مِن وَلِيٍّ وَلَا شَفِيعٍ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

32/4. ALLAH itulah yang menciptakan planet-planet dan Bumi dan apa-apa di antaranya dalam enam hari
(6.000 tahun), kemudian berada atas semesta. Tiada bagimu selain DIA dari pimpinan begitupun penolong,
apa tidakkah kamu pertimbangkan?
Pada keterangan di atas telah dinyatakan bahwa seluruh bintang di angkasa dikitari oleh planet-planet dan memang setiap bintang itu berfungsi Surya pada tatasurya masing-masing. Alquran memberikan contoh tentang jangka waktu penciptaan tatasurya yang kita diami yang keadaanya sama dengan tatasurya-tatasurya lain dalam semesta raya. Hal ini dibuktikan oleh ayat 41/12 dimana dijelaskan bahwa semesta raya diciptakan ALLAH selama enam ribu tahun sekaligus. Jadi, bukanlah benda-benda angkasa itu terwujud satu persatu atau berganti-ganti, karenanya tiadalah bintang yang baru lahir, masih muda atau yang sudah tua, tetapi semuanya berumur sama.

Perlu diperhatikan bahwa ayat 41/9 dan 41/10 membagi waktu penciptaan yang 6.000 tahun itu menjadi 2.000 dan 4.000 tahun.

قُلْ أَئِنَّكُمْ لَتَكْفُرُونَ بِالَّذِي خَلَقَ
الْأَرْضَ فِي يَوْمَيْنِ وَتَجْعَلُونَ لَهُ أَندَاداً ذَلِكَ رَبُّ الْعَالَمِينَ

41/9. Katakanlah: apakah kamu akan engkar pada DIA yang menciptakan Bumi ini dalam dua hari
(2000 tahun) dan kamu jadikan untukNYA bandingan? Itulah TUHAN seluruh manusia.


فَقَضَاهُنَّ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ فِي يَوْمَيْنِ
وَأَوْحَى فِي كُلِّ سَمَاء أَمْرَهَا وَزَيَّنَّا السَّمَاء الدُّنْيَا بِمَصَابِيحَ وَحِفْظاً ذَلِكَ تَقْدِيرُ الْعَزِيزِ الْعَلِيمِ

41/12. Maka DIA laksanakanlah mereka jadi tujuh planet (di atas Bumi) dalam dua hari (2000 tahun) dan
mewahyukan kepada setiap angkasa (tatasurya) urusan masing-masing. Dan KAMI hiasi angkasa (semesta)
dunia ini dengan bintang-bintang berapi serta penjagaan (dengan sifat repellent sesamanya).
Itulah ketentuan Yang Kuasa mengetahui.

Maka hal sebenarnya yang menjadi sebab bagi teori Einstein dan Hubble untuk menyatakan ada bintang yang sedang tumbuh dan yang sedang habis ialah karena mereka melihat dengan teleskop mereka bahwa ada bintang yang semakin jauh dan tentu semakin kecil dan redup kelihatan, dan ada pula yang sedang mendekat lalu kelihatan semakin besar dan cemerlang. Keadaan posisi bintang demikian mereka sangkakan sedang menghabis dan sedang membentuk diri. Pada hal keadaan itu ditimbulkan oleh gerak semesta Parallel sebagai diterangkan diatas. Keadaannya sama dengan posisi Jupiter atau Venus sepanjang zaman jika dilihat dari Bumi. Adakalanya planet-planet itu sedang menjauh dan adakalanya sedang mendekat pada Bumi.

BIG Bang Teori VS ALQURAN(Bagian.2)

 Bagian.2
Sarjana barat masih memisahkan nama antara Mar’a yang masih menyelubungi Proton dari nama Mar’a yang telah mengapung ke angkasa bebas. Dalam hal ini termasuk Dr.Behram sendiri. Mereka menamakan yang menyelubungi proton dan elektron bermagnet negatif dan dengan nama positron pada yang bermagnet positif. Kemudian di waktu atom-atom melakukan fusi atau fissi yang disebut dengan kejadian proton-proton Reaksi dan Carbon Cycle, maka tercampaklah sejumlah elektron dan positron. Kedua wujud ini langsung menjadi satu yang dinamakan dengan meson atua neutrino, ataupun dengan tachion. Wujud ini jadi netral tanpa aliran listrik, mengapung keangkasa bebas, keluar dari seluruh lapangan energi dan tak mungkin ditahan lagi. Para sarjana barat menganggap neutrino atau meson itu hilang lenyap tanpa arti sama sekali. Tetapi Alquran menerangkan bahwa wujud itu langsung membentuk lapisan ionosfir yang semakin tebal melingkupi planet untuk kehidupan yang lebih sempurna, sementara yang keluar dari bintang-bintang, semuanya mengapung membentuk nebula yang akhirnya bergabung jadi Comet.


Tentu saja yang dimaksud dengan micro balck holes oleh Dr. Berhram adalah almaa dan mar’a tadi atau yang disebut dengan proton dan neutrino diatas, karena wujud itu memang tidak pernah dapat dilihat, bukan saja karena kecilnya tetapi juga sebab wujud itu bukanlah suatu benda yang pasir halus menurut keadaan sehari-hari, tetapi kekosongan total tanpa isi sama sekali kecuali Rawasia atau batang magnet yang berputar disumbunya, membujur dari utara ke selatan wujud itu. Sepintas lalu, benarlah pendapat Pluto (427-347BC) ribuan tahun yang lalu, bahwa semua benda alam ini tersusun dari kekosongan total dan hanya pancaindera saja yang mengiranya berbentuk dan berwarna.


Micro black holes atau proton dan elektron yang oleh Dr. Behram dikatakan dicipta oleh tenaga ghaib, sebenarnya ialah ciptaan ALLAH Yang Maha Esa, bagaimana cara DIA menciptakan wujud pertama itu tidak mungkin dipelajari manusia karena untuk melihat proton dan elektron itu saja orang tidak berkesanggupan. Memang sangat sedikit pengetahuan manusia kini tentang wujud alam di sekitarnya bahkan tentang benda-benda yang ada dalam dirinya sendiri. Dengan itu, untuk pertama kalinya para sarjana di barat mengakui secara ilmiah bahwa semua yang ada kini dimulai dengan ketentuan dan kekuasaan tenaga ghaib pada mana sarjana tak berdaya apa-apa.


Dr. Behram menyatakan semesta raya memiliki masa permulaan begitupun masa akhir dengan arti: bermula dari kehampaan dan akan berakhir dengan kehampaan. Tampaknya tidak begitu berbeda dari teori yang dikemukakan oleh Hubble dan Einstein, bahwa dunia kini hanyalah tempat hidup dan mati, kemudiannya menghilang tanpa resiko dan tanpa persoalan. Akhirnya kita ketahuilah pula bahwa pendapat Dr. Behram ini hendak mempertemukan teori evolusi dengan kepercayaan Hindu tentang hidup. Kalau ditinjau dari ajaran Islam bersumberkan Alquran, akan kita sadarilah bahw semua teori tadi tidak rasional. Islam mengajarkan bahwa hidup kini diciptakan ALLAH untuk menguji manusia tentang iman, ilmu dan amal.


Hidup kini pasti diakhiri dengan kematian, kemudian ALLAH menghidupkan semua makhluk berjiwa untuk kedua kalinya waktu mana setiap manusia diberi balasan sebanding dengan nilai usahanya pada kehidupan didunia kini. Kehidupan kedua itu berlaku di akhirat yaitu pada hari kiamat dimana setiap diri akan hidup terus tanpa kematian lagi. Mereka terbagi menjadi penduduk surga-surga dengan nikmat dan kebahagiaan besar, dan penduduk neraka dengan penyesalan dan nista siksaan yang tak pernah berakhir, maka ALLAH menyatakan semesta itu telah berlangsung dengan permulaan dan dia akan berlangsung terus tanpa akhir. Kalau kehidupan kini berwujud konkrit ditempat yang konkrit, maka sesudah matinya didunia kini, manusia akan dihidupkan kembali dalam keadaan konkrit dan juga di tempat yang konkrit dipermukaan planet-planet.

Alquran tidak memberikan data tertentu tentang lamanya sejarah semesta telah berlangsung, tetapi menyatakan bahwa kehidupan di dunia kini terbagi dua yaitu masa sebelum tofan besar dizaman Nabi Nuh dan masa sesudahnya. Manusia pertama dulu lebih banyak jumlahnya, lebih banyak meninggalkan bekas dipermukaan planet-planet , dan lebih tinggi peradabannya bahkan dinyatakan lebih dari 10 kali yang dicapai oleh manusia kini. Hal demikian dapat difahami dari maksud ayat suci antara lain ayat 6/6, 28/58, 30/9, 40/82, 34/45, dan 71/25.

Tidak diterangkan umur dunia dalam Alquran, bukanlah berupa kekurangan dan tidak sempurnanya ajaran Islam, tetapi sebaliknya menjadi tenaga dorong yang direncanakan ALLAH bagi penganutnya bahkan bagi para sarjana umumnya untuk melakukan penyelidikan lebih teliti. Sementara itu Alquran memberikan petunjuk tentang banyaknya bekas dan bukti yang bertebaran dipermukaan planet-planet dengan mana akan ditemukan keterangan-keterangan positif mengenai keadaan pertama dulunya. Hal ini secara tegas dinyatakan ALLAH ayat 3/190, 29/20 dan ayat suci lain yang nanti akan dibukakan ALLAH penjelasannya pada waktu-waktu tertentu.

Dari hasil penyelidikan missi Apollo ke permukaan bulan, para sarjana barat memperkirakan umur semesta raya telah berlangsung selama 4.500 juta tahun, dan sebelum itu Einstein telah menduga 5.000 juta tahun dan tatasurya kita akan habis berakhir sesudah masa 5.000 juta tahun lagi. Sementara itu Dr. Behram memperkirakan umur dunia telah berlangsung selama 11.000 juta tahun, dan Dr. Allan Sandage pada tahun 1960 memperkirakan umur semesta telah berlaku semenjak 20.000.000 juta tahun sebagai usia yang paling tinggi, dimuatkan dalam supplement Encyclopedia Americana no. 41/67-866 berjudul Theories of Unverse.

Yang menjadi pertanyaan ialah betapa dan bagaimana para sarjana itu telah sampai memperkirakan umur semesta demikian, padahal yang mereka ketahui barulah sedikit sekali tentang bumi dan bulan, yaitu dua benda angkasa yang sangat kecil ukurannya dibanding dengan jutaan benda angkasa lain. Kalau orang dapat menimbang berat dengan dasar ukuran kilogram, dan mengetahui ukuran panjang dengan meter, tetapi dengan apa dan bagaimana mereka dapat mengukur umur semesta kecuali berdasarkan dugaan dan perkiraan semata.

BIG Bang Teori VS ALQURAN(Bagian.1)

BIG Bang Teori vs ALQURAN


Sengaja kita tampilkan disini yang membicarakan asal-usul hdup manusia bumi berdasarkan teori evolusi sebagai hasil capaian penyelidikan orang-orang barat pada mana dapat dilihat adanya faham materialisme yang menyatakan alam semesta telah terwujud sendirinya, menurut proses alamiah, tanpa penciptaan dan rencana tertentu oleh Yang Mahakuasa untuk kehidupan manusia.

Teori evolusi ini hampir-hampir meliputi seluruh masyarakat manusia bumi hingga sempat menyusup kedalam sekolah-sekolah yang mengajarkan agama Islam di mana faham materialisme harusnya sangat ditentang. Sampai-sampai kebanyakan anggota masyarakat dalam menanggapi sesuatu yang bersifat alamiah selalu didasarkan atas pandangan sarjana barat naturalisme. Mereka cenderung memperkirakan bahwa semua yang dikemukakan sarjana barat sebagai hal praktis dan benar berlaku. Bahwa mengenai keterangan yang menyangkut dengan bidang astronomi, pada pokoknya teori gravitasi “Newton dan Relativity Einstein memegang peranan penting, sementara yang sehubungan dengan biologi dan histori, maka teori evolusi Darwin bertindak selaku pedoman.

Edwin Hubble yang diberi nama julukan dengan Cosmic Pioneer dari California pada tahun 1949 telah memakai teleskop berukuran 100 inci dengan mana dia mendapat kesimpulan bahwa semua bimasakti di angkasa luas sedang bergerak ke segala arah tanpa kembali lalu dikatakannya semesta raya itu semakin meluas, expanding, dimulai oleh suatu benda atau ataom raksasa , karenanya keadaan daerah ledakan itu, kini berupa angkasa hampa tanpa bintang.


Albert Einstein (1879-1955) yang dijuluki dengan Master of Cosmolog, dengan teori Relativitynya dinyatakan memperbaiki teori gravitasi Newton baik dalam bidang mikrokosmos, maupun dalam bidang makrokosmos. Dia sependapat dengan Hubble tentang Big Bang teori yang menyatakan semua bimasakti (galaksi) yang masing-masingnya terdiri dari jutaan bintang, semuanya bergerak melengkung 360 derajat, hingga semesta raya tidak meluas dan akhirnya bimasakti-bimasakti itu kembali pada titik ledakan bermula. Karenanya dikatakan oleh sarjana itu keadaan semesta dalam statik.


Tetapi kedua orang ini sepakat dalam pendapat bahwa setiap bintang senantiasa membuang energinya ke angkasa luar berbentuk partikel-partikel atom yang kemudian, disebabkan tarikan graviatsi masing-msingnya, berkumpul kembali lalu menciut, mengerut, hingga akhirnya membentuk bintang baru dengan planet-planet yang mengitari. Seterusnya dalam berjuta tahun, bintang baru terbentuk ini meledak pula lalu mengambang di angkasa luas untuk membentuk bintang baru kembali, dan seterusnya berulang kali. Karenanya, dengan keadaaan demikian, Terdapatlah bintang yang baru lahir, yang sudah dewasa, dan yang sedang menghilang.


Padahal penganut teori Bing Bang tidak akan sanggup menerangkan :

a. Dimana tempat atau daerah ledakan bermula dari atom raksasa itu, tentunya kini berupa daerah angakasa yang kosong hampa.

b. Kenapa ada bimasakti-bimasakti yang tampaknya semakin mendekat, dan ada pula yang sedang menjauh antara sesamanya?

c. Apa yang menyebabkan semua pecahan ledakan demikian berbentuk globe-globe bulat sempurna menjadi bintang-bintang, planet-planet , dan bulan-bulan? Sedangkan meteoritis dan asteroids yang puluhan ribu ribuan jumlahnya sebagai pecahan planet antara mars dan jupiter, semuanya berbentuk tidak teratur, tiada satupun di antaranya yang bulat sempurna.

d. Apa yang menyebabkan bintang-bintang senantiasa bergolak dengan api nyala, sementara planet-planet dan bulan-bulan sudah lama mendingin?

e. Apa yang menyebabkan bulan-bulan tidak berputar di sumbunya sewaktu beredar keliling planet? Padahal planet itu sendiri berotasi sewaktu mengitari bintang yang juga berputar disumbunya.

f. Apa yang menyebabkan bulan-bulan mengelilingi planet? Kenapa bulan-bulan itu tidak langsung mengorbit bintang atau surya?

Kiranya teori relativity Einstein ini wajar mendapat tanggapan negatif dari kalangan Kristen sendiri seperti yang dimuat pada Reader’s Digest bulan Juni 1969 dengan judul “What the Bible says to me” yang telah kita kutipkan pada pasal terdahulu.


Sementara itu Werner Heisenberg dari Munich University, pada tahun 1925 telah merumuskan suatu teori baru tentang quantum Mekanik. Sistem ini menerangkan bentuk atom melalui suatu formula yang didasarkan atas frekuensi dan intensitas dari garis-garis spektrum yang dapat dilihat dan diukur. Heisenberg menantang konsep planetary electrons dari Roherford dan Bohr, juga menyatakan bahwa teori Newton tentang astronomi tidaklah berlaku pada fisika atom. Dia memperagakan bahwa tidaklah mungkin untuk memperinci dengan ketepatan sempurna pada waktu yang sama tentang keduanya yaitu posisi dan velocity dari suatu partikel atom tertentu. Sehubungan dengan teori baru ini yang mengubah keseluruhan pengetahuan fisika, maka Sir Arthur Stanley Eddington (1882-1944) seorang Orifessir astronomy di Cambridge menamakan teori Heisenberg tersebut dengan The Priciple of Uncertainty, atau prinsip tentang ketidaktentuan.


Selanjutnya perhatikanlah pula perkembangan baru yang berlaku pada tahun 1974 dalam bidang fisika dan astronomi, yaitu pendapat Dr. Berhrem Kursunoglu, Direktur Pusat Theoritical Studies pada University Miami USA yang menerangkan bahwa semesta raya bukanlah bermula dari ledakan atom raksasa tetapi dengan partikel-partikel yang sangat kecil. Teori baru ini dikemukakannya dengan bukti-bukti tersusun komplit, cukup menantang teori Einstein. Kemudian itu para ahli di Johnson space Centre Houston. Texas, dan tempat-tempat lain bersama-sama mempelajari teori baru itu untuk mengambil sikap menerima atau menolaknya.


Perincian teori Dr. Berhram ini ialah sebagai berikut :

1. Penciptaan semesta raya bukanlah dimulai dengan ledakan atom raksasa, tetapi dengan partikel-partikel yang berproses.

2. Bahwa suatu partikel berantukan dengan lainnya yang berbentuk antipartikel. Hal ini menimbulkan reaksi berantai membentuk zat-zat yang keluar dari lapangan energi.

3. Kedua macam partikel itu dinamakannya “mikro Black Holes” (ruang-ruang kecil yang belum disadarai secara pasti).

4. Einstein menyatakan bahwa partikel pokok adalah noktah-noktah tanpa susunan, tetapi Behram mengatakan partikel-partikel itu terbikin dari lapisan tak terbatas dari pergantian aliran positif.

5.
Mikro black holes itu terwujud oleh tenaga ghaib sekira 10.000 juta tahun yang lalu.

6. Semesta raya praktis memiliki perioda permulaan dan perioda akhir (bahwa semua partikel itu nanti akan kehabisan energi).

Dari teori Dr. Behram diatas ini dapat dilihat adanya data-data yang hampir membenarkan keterangan Alquran bahwa semesta raya dimulai dengan penciptaan partikel-partikel yang membentuk atom hydorgen oleh ALLAH Subhaanahu wa Ta’ala. Atom itu dikenal dalam bidang fisika sebagai atom asal bagi seluruh benda konkrit. Hydrogen memperganda dirinya dengan ketentuan ALLAH membentuk berbagai elemen lain yang kemudian berkumpul menjadi molekul-molekul benda angkasa, begitupun semua yang dapat dicapai pancaindera. Jadi bukanlah semesta raya itu dimulai dari ledakan atom raksasa dimana noktah-noktah tanpa susunan menurut Big Bang Theory.


Alquran pada ayat 79/31 dan 87/4 menerangkan bahwa dari semua benda angkasa itu keluar suatu yang dinamakan dengan Mar’a, tidak mengandung aliran listrik. Hydrogen selaku atom asal memang terdiri dari dua unsur yaitu Almaa dan Mar’a yang oleh sarjana barat dinamakan dengan Proton dan Elektron. Kedua unsur ini tidak mungkin dilihat dengan memakai teropong manapun karena terlalu halus sekali, maka ukuran, bentuk, dan aktivitas dari kedua unsur itu hanyalah didasarkan orang atas dugaan dari gejala yang berlaku.

NASA Buktikan Kebenaran Teori Einstein



Dua ramalan Albert Einstein dalam teori relativitas terbukti benar oleh misi Gravity Probe B milik NASA. Sebelumnya, teori Einstein tersebut sulit dikonfirmasi.

"Teori Einstein bertahan," kata Francis Everitt, kepala penelitian dari Stanford University, California, Amerika Serikat, Rabu (4/5/2011) lalu.

Ada dua aspek dalam teori Einstein mengenai gravitasi. Aspek pertama adalah efek geodesi, efek pembelokan ruang dan waktu di sekitar benda bergravitasi, seperti planet. Aspek kedua adalah "frame dragging", yakni jumlah struktur ruang dan waktu yang terbawa oleh objek berputar.

Untuk menguji teori ilmuwan kelahiran Jerman tersebut, NASA mengirim Gravity Probe B untuk mengorbit Bumi. Pesawat itu dilengkapi sebuah alat yang disebut "pelacak bintang" untuk mengikuti sebuah bintang bernama IM Pegasi. Jika efek geodesi dan frame dragging tidak ada, pelacak bintang seharusnya selalu terkunci dengan bintang selamanya.

Jika Einstein benar, arah putaran Gravity Probe B akan berubah sedikit demi sedikit akibat massa dan rotasi Bumi. Everitt menganalogikan efek ini dengan bola berotasi di dalam madu. "Madu dan benda-benda yang juga berada di dalam madu akan terseret," jelas Everitt.

Dengan menganalisis data, tim peneliti menemukan perubahan orientasi sekitar 6.600 miliarcsecond setahun-1 miliarcsecond, kata Everitt, sama dengan lebar sehelah rambut manusia dilihat dari jarak 16 kilometer. Perubahan yang sangat kecil yang mungkin Einsten sendiri pun sulit tunjukkan. Dalam bukunya The Meaning of Relativity, Einstein menuliskan, "Efek frame dragging muncul berdasarkan teori kami, meskipun tingkatannya sangat kecil sehingga pembuktian dengan entah eksperimen laboratorium apa yang harus dilakukan."

Pembuktian ini dapat membuat ilmuwan memahami beberapa kejadian di alam semesta. "Mengukur efek frame dragging akibat rotasi bumi punya implikasi besar," kata ahli fisika Clifford Will dari Washington University di St. Louis yang tidak terlibat dalam penelitian.

Contohnya, kata Will, frame dragging sepertinya punya peranan dalam memicu ledakan energi dari kuarsa, galaksi yang sangat jauh yang secara aktif berperan dalam lubang hitam.